Sabtu, 29 September 2012

Memahami Proses Start Up Windows XP

-->
Setelah proses start up komputer selesai, selanjutnya system akan berpindah ke proses start up windows XP.
Proses start up windows xp dapat diuraikan sebagai berikut :
1.  MBR adalah sebuah program yang sangat kecil yang terdapat pada sector pertama hardisk, MBR kemudian me-load suatu program bernama NTLDR ke dalam memori.
2.  NTLDR kemudian memindahkan komputer ke "flat memory model" (bypassing the 640KB memory restrictions placed on PCs) kemudian membaca file BOOT.INI.
3.  Jika komputer mempunyai beberapa partisi yang bootable, NTLDR akan menggunakan informasi yang terdapat pada file BOOT.INI untuk menampilkan pilihan boot, apabila hanya terinstall windows xp saja maka tampilan menu akan dilewati dan windows akan me-load windows xp.
4.  Sebelum meload windows xp, NTLDR membuka program lain ke dalam memory yang disebut NDETEC.COM. File ini melakukan pengecekan semua hardware yang terdapat pada komputer. Setelah semua hardware ditemukan, NDTECT.COM memberikan kembali informasi tersebut ke NTLDR.
5.  NTLDR kemudian berusaha me-load versi Windows XP yang dipilih pada step 3. Hal ini dilakukan dengan menemukan file NTOSKRNL pada folder System32 yang terdapat pada directory windows xp . NTOSKRNL adalah program utama pada system operasi windows yaitu sebuah "kernel" Setelah kernel tersebut di-load ke memory, NTLDR passes control of the boot process to the kernel and to another file named HAL.DLL. HAL.DLL controls Windows’ famous hardware abstraction layer (HAL).
6.  NTOSKRNL kemudia menangani proses boot selanjutnya. Langkah pertama adalah meload beberapa "low-level system drivers". Kemudian NTOSKRNL me-load semua file-file yang dibutuhkan untuk membuat "core" sistem operasi windows xp.
7.  Kemudian, Windows akan memverifikasi apakah terdapat lebih dari satu konfigurasi hardware profile pada komputer,  kalau terdapat lebih dari satu hardware profile windows akan menampilkan menu pilihan, tetapi apabila hanya terdapat satu profile maka windows akan langsung me-load default profile.
8.  Sesudah windows mengenali hardware profile yang digunakan, windows kemudian me-load semua device driver untuk semua hardware yang terdapat pada komputer, Pada saat ini tampilan monitor menampilkan "Welcome To Windows XP boot screen".
9.  Terakhir windows menjalankan semua service yang dijadwalkan secara otomatis. Pada saat ini tampilan monitor menampilkan "logon screen".

1. Pertama, bunyi speaker POST, bila sistem berjalan normal, proses ini akan mengetes memory dan beberapa subsistem lainnya. Setelah proses POST berlanjut untuk device yang memiliki BIOS seperti VGA Card dan beberapa jenis kartu jaringan, begitu pula devices lainnya.
2. Begitu POST selesai dan BIOS memastikan bahwa semuanya OK, BIOS lalu akan membaca MBR (Master Boot Record). MBR ini adalah sektor pertama dari harddisk pertama (harddisk yang dipake untuk booting, biasa disebut master atau HD0). Pada saat MBR diambil allih, berarti windows sekarang dalam kendali BIOS.
3. MBR kemudian mencari Boot Sector (Sektor pertama dari partisi hdd yang aktif). Disitulah letak NTLDR, NTLDR adalah BOOT LOADER untuk Windows XP. NTLDR memungkinkan pengalamatan memory, pengenalan sistem file, membaca konfigurasi di file boot.ini dan memanggil menu booting. NTLDR harus berada di root partisi aktif bersama dengan NTDETECT.COM, BOOT.INI, BOOTSECT.DOS (kalau multi boot dengan OS lain) dan NTBOOTDD.SYS (bila punya adapter SCSI)
4. Begitu XP dipilih dari menu boot, NTLDR menjalankan NTDETECT.COM, BOOT.INI dan BOOTSECT.DOS untuk menjalankan OS terpilih. System dimulai dalam mode real 16-bit, dan kemudian memindahkannya ke mode 32 bit yang terproteksi.
5. NTLDR lalu memanggil NTOSKRNL.EXE dan HAL.DLL. yang merupakan jantung dari booting ke windows XP. Kedua file ini harus berlokasi di %SystemRoot%System32.
6. NTLDR kemudian membaca registry, memilih profil hardware dan memanggil driver untuk device sesuai urutannya.
7. Pada titik ini NTOSKRNL.EXE mengambil alih. Akan dijalankan WINLOGON.EXE yang kemudian memanggil LSASS.EXE, program yang bertanggung jawab untuk menampilkan layan Logon. Nah setelah itu baru deh kita bisa login ke windows.

Semoga bermanfaat OoO

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AHA..