Port interface pada komputer
yang pasti sangat penting karena dari sinilah pertukaran data dan juga sharing
antar komputer dapat berlangsung.
Port merupakan
colokan yang terpasang di bagian belakang case yang berfungsi sebagai
penghubung antara komponen di dalam unit system dengan piranti diluar, sebagai
contoh, port untuk menghubungkan camera digital, monitor, mouse dsb.
Port dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Port fisik,adalah soket atau slot atau colokan yang ada di belakang
CPU sebagai penghubung peralatan input-output komputer, misalnya Mouse, keyboard,
printer…dll.
2. Port Logika (non fisik), adalah port
yang di gunakan oleh Software sebagai jalur untuk melakukan koneksi dengan
komputer lain, tentunya termasuk koneksi internet.
Berikut yang termasuk dalam Port Fisik yaitu ; Port
Serial, Port Parallel, Port USB, port SCSI, Port Infra merah serta port-port
yang lain.
a. Port Serial
Biasa digunakan untuk melakukan tranmisi
data yang beroreintasi pada pengiriman sebuah bit per waktu, kareana sifatnya
demikian pegiriman data berjalan agak lambat, biasanya digunakan untuk
mengoneksi piranti seperti : printer, mouse, modem, PLC (programmable Logic
controller), pembaca kartu maknetik dan pembaca barcode. Port ini sering
dinyatakan dengan nama COM. Konektor yang digunakan adalah RS-232C dengan 9 pin
atau 25 pin
b. Port Parallel
Port Parallel atau sering disebut port LPT
bekerja atas dasar 8 bit perwaktu, cocok untuk pengiriman data dengan cepat,
tetapi dengan kabel yang pendek (tidak lebih dari 15 kaki). Umumnya digunakan
untuk printer parallel, hard disk eksternal dan zip drive. Konektor yang
digunakan adalah DB-25 yang terdiri dari 25 pin
c. Port USB
Port USB merupakan port yang akhir-akhir
ini sangat populer digunakan, yang dapat digunakan untuk menghubungkan berbagai
piranti seperti camera digital, printer, scanner, zip drive dan sebagainya, port
ini mempunyai kecepatan tinggi bila dibandingkan dengan port serial maupun port
paralel
d. Port SCSI
Port SCSI adalah Small Compter System
Interface yang merupakan jenis port yang memungkinkan koneksi antar piranti
dalam bentuk sambung menyambung. Port mempunyai kecepatan tinggi, dengan
kecepatan tranfernya 32 bit per waktu, biasa digunakan untuk menghubunkan hard
drive, scanner, printer dan tape drive, konektor yang digunakan adalah DB-25
dan 50 pin Centronics SCSI.
e. Port Infra Merah
Port ini digunakan untuk mendukung
hubungan tanpa kabel, misalnya untuk menghubungkan mouse yang menggunakan infra
merah sebagai media tranmisi, mengirim data dari ponsel, dan sebagainya f. Port-Port Lain
Banyak port lain yang tidak tergolong pada
port-port diatas, misalnya port untuk monitor, port keyboard, port mouse, port
speaker, port jaringan, port dll
Berikut ini saya sampaikan sejarah
Microsoft Windows yang saya ambil dari beberapa sumber. Dengan mengetahui perkembangan software OS windows ini,
semoga bisa menjadi inspirasi bagi kita untuk selalu mengembangkan karya kita
agar selalu bisa lebih baik bari yang sudah ada, karena dalam sejarah OS
Windows yang akan sharing dengan sobatPC juga tiap dekadenya selalu mengalami
perubahan, perubahan kearah yang lebih baik, dan tentu saja penambahan fitur
jelas ada, mulai dari fitur keamanan jaringan hingga interfeace yang mampu
memikat hati penggunanya dari setiap versi yang dirilis.
1.Windows 1.0
Versi pertama Microsoft Windows, yang disebut dengan
Windows 1.0, dirilis pada tanggal 20 November 1985. Versi ini memiliki banyak kekurangan dalam beberapa fungsionalitas,
sehingga kurang populer di pasaran. Pada awalnya Windows versi 1.0 ini hendak
dinamakan dengan Interface Manager, akan tetapi Rowland Hanson, kepala bagian
pemasaran di Microsoft Corporation, meyakinkan para petinggi Microsoft bahwa
nama “Windows” akan lebih “memikat” konsumen. Windows 1.0 bukanlah sebuah
sistem operasi yang lengkap, tapi hanya memperluas kemampuan MS-DOS dengan
tambahan antarmuka grafis. Selain itu, Windows 1.0 juga memiliki masalah dan
kelemahan yang sama yang dimiliki oleh MS-DOS. Lebih jauh lagi, Apple yang
menuntut Microsoft membuat Microsoft membatasi kemampuannya. Sebagai contoh,
jendela-jendela di dalam Windows 1.0 hanya dapat ditampilkan di layar secara
“tile” saja, sehingga jendela tersebut tidak dapat saling menimpa satu sama
lainnya. Selain itu, tidak ada semacam tempat yang digunakan untuk menyimpan
berkas sebelum dihapus (Recycle Bin), karena memang Apple berkeyakinan bahwa
mereka memiliki hak terhadap paradigma tersebut. Microsoft pun kemudian
membuang limitasi tersebut dari Windows dengan menandatangani perjanjian
lisensi dengan Apple.
2.Windows2.0
Windows versi 2 pun muncul kemudian
pada tanggal 9 Desember 1987, dan menjadi sedikit lebih populer dibandingkan
dengan pendahulunya. Sebagian besar populeritasnya didapat karena kedekatannya
dengan aplikasi grafis buatan Microsoft, Microsoft Excel for Windows dan
Microsoft Word for Windows. Aplikasi-aplikasi Windows dapat dijalankan dari
MS-DOS, untuk kemudian memasuki Windows untuk melakukan operasinya, dan akan
keluar dengan sendirinya saat aplikasi tersebut ditutup. Microsoft Windows akhirnya
memperoleh peningkatan signifikan saat Aldus PageMaker muncul dalam versi untuk
Windows, yang sebelumnya hanya dapat berjalan di atas Macintosh. Beberapa ahli
sejarahwan komputer mencatat ini sebagai kemunculan sebuah aplikasi yang laku
secara signifikan selain buatan Microsoft sebagai awal kesuksesan Microsoft
Windows. Windows versi 2.0x menggunakan model memori modus real, yang hanya
mampu mengakses memori hingga 1 megabita saja. Dalam konfigurasi seperti itu,
Windows dapat menjalankan aplikasi multitasking lainnya, semacam DESQview, yang
berjalan dalam modus terproteksi yang ditawarkan oleh Intel 80286.
3.Windows 2.1
Selanjutnya, dua versi yang baru dirilis, yakni Windows/286
2.1 dan Windows/386 2.1. Seperti halnya versi Windows sebelumnya,
Windows/286 menggunakan model memori modus real, tapi merupakan versi yang
pertama yang mendukung High Memory Area (HMA).
Windows/386 2.1 bahkan memiliki kernel yang berjalan dalam modus terproteksi
dengan emulasi Expanded Memory Specification (EMS)
standar Lotus-Intel-Microsoft (LIM), pendahulu spesifikasi Extended Memory
Specification (XMS) yang kemudian pada akhirnya mengubah topologi komputasi di
dalam IBM PC. Semua aplikasi Windows dan berbasis DOS saat itu memang berjalan
dalam modus real, yang berjalan di atas kernel modus terproteksi dengan
menggunakan modus Virtual 8086, yang merupakan fitur baru yang dimiliki oleh
Intel 80386. Versi 2.03 dan kemudian versi 3.0 mendapatkan tuntutan dari Apple
karena memang versi 2.1 ini memiliki modus penampilan jendela secara cascade
(bertumpuk), selain beberapa fitur sistem operasi Apple Macintosh yang “ditiru”
oleh Windows, utamanya adalah masalah tampilan/look and feel. Hakim William
Schwarzer akhirnya membatalkan semua 189 tuntutan tersebut, kecuali 9 tuntutan
yang diajukan oleh Apple terhadap Microsoft pada tanggal 5 Januari 1989
4.Windows 3.0
Microsoft Windows akhirnya mencapai
kesuksesan yang sangat signifikan saat menginjak versi 3.0 yang dirilis pada
tahun 1990. Selain menawarkan peningkatan
kemampuan terhadap aplikasi Windows, Windows 3.0 juga mampu mengizinkan
pengguna untuk menjalankan beberapa aplikasi MS-DOS secara serentak
(multitasking), karena memang pada versi ini telah diperkenalkan memori
virtual. Versi
ini pulalah yang menjadikan IBM PC dan kompatibelnya penantang serius terhadap
Apple Macintosh. Hal ini disebabkan dari peningkatan performa pemrosesan grafik
pada waktu itu (dengan adanya kartu grafis Video Graphics Array (VGA)), dan
juga modus terproteksi/modus 386 Enhanced yang mengizinkan aplikasi Windows
untuk memakai memori lebih banyak dengan cara yang lebih mudah dibandingkan
dengan apa yang ditawarkan oleh MS-DOS. Windows 3.0 dapat berjalan di dalam
tiga modus, yakni modus real, modus standar, dan modus 386 Enhanced, dan
kompatibel dengan prosesor-prosesor keluarga Intel dari Intel 8086/8088, 80286,
hingga 80386. Windows 3.0 akan mencoba untuk mendeteksi modus mana yang akan
digunakan, meski pengguna dapat memaksa agar Windows bekerja dalam modus
tertentu saja dengan menggunakan switch-switch tertentu saat menjalankannya
owin /r: memaksa Windows untuk berjalan di dalam modus real
owin /s: memaksa Windows untuk berjalan di dalam modus
standar
owin /3: memaksa Windows untuk berjalan di dalam modus 386
Enhanced.
Versi 3.0 juga merupakan versi pertama Windows yang
berjalan di dalam modus terproteksi, meskipun kernel 386 enhanced mode
merupakan versi kernel yang ditingkatkan dari kernel modus terproteksi di dalam
Windows/386. Karena adanya fitur kompatibilitas ke belakang, aplikasi Windows
3.0 harus dikompilasi dengan menggunakan lingkungan 16-bit, sehingga sama
sekali tidak menggunakan kemampuan mikroprosesor Intel 80386, yang notabene
adalah prosesor 32-bit. Windows 3.0 juga hadir dalam versi “multimedia”, yang
disebut dengan Windows 3.0 with Multimedia Extensions 1.0, yang dirilis
beberapa bulan kemudian. Versi ini dibundel dengan keberadaan “multimedia
upgrade kit”, yang terdiri atas drive CD-ROM dan sebuah sound card, seperti
halnya Creative Labs Sound Blaster Pro. Versi ini merupakan perintis semua fitur
multimedia yang terdapat di dalam versi-versi Windows setelahnya, seperti
halnya Windows 3.1 dan Windows for Workgroups, dan menjadi bagian dari
spesifikasi Microsoft Multimedia PC. Fitur-fitur yang disebutkan di atas dan dukungan pasar
perangkat lunak aplikasi yang semakin berkembang menjadikan Windows 3.0 sangat
sukses di pasaran. Tercatat, dalam dua tahun sebelum dirilisnya versi Windows
3.1, Windows 3.0 terjual sebanyak 10 juta salinan. Akhirnya, Windows 3.0 pun
menjadi sumber utama pemasukan Microsoft, dan membuat Microsoft melakukan
revisi terhadap beberapa rencana awalnya.
5.Windows 3.1
Sebagai respons dari dirilisnya IBM OS/2 versi 2.0 ke pasaran,
Microsoft mengembangkan Windows 3.1, yang menawarkan beberapa peningkatan minor
terhadap Windows 3.0 (seperti halnya kemampuan untuk menampilkan font TrueType
Fonts, yang dikembangkan secara bersama-sama dengan Apple), dan juga terdapat
di dalamnya banyak sekali perbaikan terhadap bug dan dukungan terhadap
multimedia. Versi 3.1 juga menghilangkan dukungan untuk modus real, sehingga
hanya berjalan pada modus terproteksi yang hanya dimiliki oleh mikroprosesor
Intel 80286 atau yang lebih tinggi lagi. Microsoft pun pada akhirnya merilis
Windows 3.11, yang merupakan versi Windows 3.1 yang mencakup semua tambalan dan
perbaikan yang dirilis setelah Windows 3.1 diluncurkan pada tahun 1992.